Tinjauan sistematis tentang pengobatan regeneratif untuk penyakit kulit seperti alopecia dan vitiligo

Penelitian dan Terapi Sel Punca (IF: 8.0) | Juni 2024 | Jafarzadeh A dkk.

Abstrak (Terjemahan bahasa Jepang dari ringkasan makalah asli)

tujuan

Untuk secara sistematis meninjau uji coba terkontrol secara acak (RCT) pengobatan penyakit kulit menggunakan berbagai metode pengobatan regeneratif (plasma kaya trombosit, sel vaskular adiposa, terapi sel, supernatan kultur, dll.)

metode

Pencarian uji coba terkontrol secara acak (RCT) dilakukan di PubMed, Scopus, dan Web of Science, mencakup literatur hingga Januari 2024. Data kunci yang diekstrak meliputi karakteristik peserta, ukuran sampel, jenis pengobatan, efikasi, dan kejadian efek samping

hasil

Studi ini menganalisis 64 penelitian yang melibatkan 2.888 peserta (44,8% perempuan, 55,2% laki-laki, usia rata-rata 27,64 tahun). Kondisi yang paling umum diobati adalah kebotakan pola pria (AGA) sebesar 45,3% dan tinea versicolor sebesar 31,2%. Prosedur yang paling sering digunakan adalah plasma kaya trombosit (PRP) dan transplantasi sel melanosit/keratinosit epidermis autologus. Tingkat perbaikan hingga 68,4% dilaporkan untuk AGA dan hingga 71% untuk tinea versicolor. Efektivitas juga diamati pada semua kasus kondisi lain (alopecia areata, tinea versicolor, lichen planus, bullous pemphigoid, dll.)

kesimpulan

Pengobatan regeneratif merupakan pilihan pengobatan yang efektif untuk penyakit kulit tertentu. Uji klinis lebih lanjut disarankan untuk memverifikasi efektivitasnya

Hasil utama

Alur Pencarian PRISMA

"
Gambar PRISMA 1. Bagan PRISMA dari artikel yang dipelajari"

Rincian penyakit target

  • Kebotakan pola pria (AGA): 45,3% (paling umum)
  • Vitiligo vulgaris: 31,2%
  • Lainnya: alopecia areata, tinea versicolor, atheroma acnes, lichen planus labialis, telogen effluvium kronis, lichen planus oral erosif, displasia epidermis akibat malnutrisi

Efektivitas

penyakit Studi yang mengkonfirmasi efektivitasnya tingkat peningkatan
AGA 86.2% Maksimum 68,4%
vitiligo vulgaris 100% hingga 71%
Alopecia areata 83.3% sah
jerawat bubuk 100% sah
LSA 50% Efektif sebagian
telogen effluvium kronis 100% sah

Metode pengobatan yang digunakan (prosedur utama)

  • Injeksi PRP (plasma kaya trombosit): Paling sering digunakan dalam pengobatan AGA. Transplantasi folikel rambut dengan pengawetan PRP juga dilakukan
  • Transplantasi sel melanosit/keratinosit epidermis autologus: Paling sering terlihat pada tinea versicolor. Termasuk transplantasi melanosit terisolasi dan transplantasi sel sumber yang berasal dari folikel rambut
  • Infus Intravena MSC (Sel Punca Mesenkimal): Digunakan sebagai terapi sistemik untuk berbagai macam penyakit kulit
  • SVF (Aspiration Fat): Sekelompok sel yang mengandung sel punca yang berasal dari jaringan adiposa dan faktor pertumbuhan individual
  • Media Terkondisi: Hanya faktor humoral dari media kultur sel punca yang disuntikkan
  • Kombinasi bFGF + PRP: Efek sinergis dari faktor pertumbuhan dan sumber trombosit

Kesimpulan dan Implikasi Klinis

Teknologi pengobatan regeneratif telah dikonfirmasi sebagai pilihan pengobatan yang efektif untuk semua penyakit kulit yang ditargetkan. Namun, protokol intervensi (interval injeksi, konsentrasi, dosis, dan rute pemberian) sangat bervariasi antar penelitian, dan pengembangan pedoman pengobatan standar merupakan tantangan di masa depan